Site Loader
Lingkungan pasir asih No. 802-821 Majalengka - Jawa Barat
Lingkungan pasir asih No. 802-821 Majalengka - Jawa Barat
“Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari baitNya, teriakku minta tolong masuk ke telingaNya.”(2 Samuel 22:7).
Ada seorang yang taat beribadah, religius dan percaya akan Tuhan. Pada suatu ketika, pemukiman rumahnya tertimpa musibah banjir. Dia pun memohon pertolongan Tuhan untuk menyelamatkannya. Saat itu, air terus bergerak naik, lantai dasar rumah bahkan sudah tenggelam. Ia kemudian lari ke lantai 2 dan kemudian ke atap. Air sangat cepat naiknya, dalam hitungan jam air naik 3-4 meter. Mengerikan, Tak lama berselang, regu penyelamat datang dengan perahu karet, “Ayo, loncat ke perahu saja!”, tapi orang ini tidak mau, ia percaya Tuhan akan menyelamatkannya. Orang ini berdoa lagi kepada Tuhan, meminta pertolongan. Air terus naik. Tidak lama berselang datanglah regu kedua untuk menyelamatkannya, namun orang tidak mau. Tidak lama berselang, datang juga regu ketiga, tetap orang ini menolak dan tetap percaya Tuhan akan menolongnya. Sampai akhirnya orang tersebutpun meninggal tenggelam dalam banjir yang terus naik. Dan ketika bertemu Tuhan, dia pun menangis dan bertanya kenapa Tuhan tidak menolongnya, kemudian Tuhan menjawab: “Saya mengirim perahu sampai 3 kali, tetapi kamu yang tidak mau diselamatkan”.
Nas yang menjadi renungan kita hari ini merupakan ungkapan nyanyian Daud kepada Tuhan pada waktu Tuhan telah melepaskan dia dari cengkraman semua musuhnya dan dari cengkraman Saul yang mengejar-ngejarnya untuk menghilangkan nyawanya. Daud mencari jalan keluar dari setiap persoalan hidup yang menekannya hanya kepada Tuhan. Karena hanya Tuhanlah gunung batu, tempat perlindungan, perisai, tanduk keselamatan, kota benteng, tempat pelarian, dan juruselamat (2 Sam.22:3). Namun, cara Tuhan untuk menolong dan menyelamatkan kita tentu tidaklah sama dengan cara yang kita pikirkan, Dia punya banyak cara untuk menolong kita. Janganlah kita berpikir seperti cerita diatas yang sudah membatasi cara Tuhan untuk menolong dan menyelamatkannya menurut caranya sendiri. Padahal Tuhan dapat memakai cara-Nya sendiri untuk menolong kita.
  Datanglah kepada Tuhan Yesus, Juruselamat kita. Jangan tergoda ataupun mengikuti cara dunia untuk melepaskan kita tekanan hidup. Karena dunia ini hanya menawarkan kelegaan yang sangat “menggiurkan” yang sifatnya “sementara”. Cara ataupun bentuk pertolongan yang ditawarkan dunia sebagai jalan keluar yang ditawarkannya pun berbagai model, mulai dari bentuk penghilang kesesakan dengan mengkonsumsi narkoba, minum-minuman keras, seks bebas, dan masih banyak lagi tawaran yang diberikannya. Tetapi semua yang ditawarkan hanyalah sementara, karena tidak menyelesaikan persoalan, justru semakin menambah persoalan. Tetapi Tuhan Dialah jawaban hidup kita yang sesungguhnya. (LNS).
DOA : Ya Tuhan Allah kami, Engkaulah satu-satunya pertolonganku yang melepaskanku dari kesesakan hidupku, aku percaya kepadaMu. Amin.
Kata-kata Bijak:
Pertolongan Tuhan tepat pada waktuNya.

Post Author: Admin Web STAPIN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *