Site Loader
Lingkungan pasir asih No. 802-821 Majalengka - Jawa Barat
Lingkungan pasir asih No. 802-821 Majalengka - Jawa Barat
Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhiNya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikanNya di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematianNya untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapanNya.  (Kolose 1:21-22).
Seorang anak berjalan berlahan menuju kediaman orangtuanya. Dalam benaknya ayahnya pasti akan mengusirnya. Dengan gemetar, dia melihat ayahnya yang sedang duduk membaca buku di teras rumahnya. Hatinya mulai ragu, karna ia mengingat kesalahannya yaitu menjual sawah milik ayahnya tanpa izin lalu pergi merantau ke kota. “Lebih baik aku pergi saja karna aku tahu ayah pasti tidak bisa memaafkanku”bisiknya dalam hati. Saat badannya berbalik meninggalkan ayahnya, tiba-tiba ayahnya memanggil. “Anakku, engkau akhirnya pulang juga, sudah lama ayah menunggu kepulanganmu”. Sianak berhenti melangkah, dia heran ternyata dugaanya salah, siayah tidak marah. Lalu sianak mencoba mengingatkan ayahnya atas perbuatannya, dia tidak layak disebut anak bahkan dia siap menerima hukuman karna dia sadar tanah yang ia jual sangat berharga bagi ayahnya dan hasil penjualan sawah yang ia pakai merantau tidak menghasilkan apa-apa. Tapi ayahnya berkata: “Cukuplah pengakuan dosamu itu, ayah sudah lama memaafkanmu nak, karna bagi ayah kamu lebih berharga dari apapun itulah sebabnya ayah sudah merelakan tanah yang engkau jual itu, hanya janganlah mengulangi kesalahan lagi.”    Demikian halnya dalam hidup kita, kita berharga di mata Tuhan, walaupun Tuhan tahu kita selalu saja melakukan dosa. Namun kasihNya tidak terbatas bagi kita yang berdosa. Dia ingin kita hidup kudus dan tidak lagi melakukan kejahatan. Sebab dosa itu mendatangkan kesusahan bagi diri kita sendiri. Itulah sebabnya dengan darahNya yang kudus Ia menebus dan memperdamaikan diriNya dengan manusia itu agar manusia itu kudus di hadapanNya. Hal ini jugalah yang dituliskan Paulus dalam suratnya kepada jemaat Kolose, agar mereka tidak disesatkan oleh ajaran sesat yang mengarahkan mereka berbuat dosa tetapi hendaknyalah jemaat memperkuat iman mereka di dalam Tuhan Yesus, bahwa mereka telah ditebus Yesus dengan kematianNya supaya mereka hidup kudus dan meninggalkan segala perbuatan jahat mereka (ayat 22).
Kasih Tuhan jauh melampaui kasih Bapa kepada anaknya, sebab kasihNya tidak pernah mengecewakan. Betapa besar kasihNya kepada kita hal itu dapat kita ketahui dari curahan darah Yesus di kayu Salib untuk keampunan dosa-dosa kita. Dia mau kita menikmati kasihNya dengan hidup kudus di hadapanNya. Itulah sebabNya datanglah padaNya sebesar apapun dosa anda, akuilah dosa-dosa anda, pintu pengampunan selalu terbuka bagi orang yang mau menyesali dosa-dosanya dan yang tidak mau lagi mengulangi kesalahannya sebab yang dikendaki Yesus adalah agar kita tidak bercela dan tidak bercacat di hadapanNya melainkan menjadi Kudus sebab kita telah dikuduskanNya dalam darahNya yang kudus itu. (HMP).
DOA: Bapa Sorgawi, terimakasih atas pengampunanMu terhadap dosa-dosa kami dan kuatkanlah kami agar hidup kudus dihadapan-Mu. Amin.
Kata-kata Bijak:
“Hiduplah kudus di dalam Tuhan maka engkau akan melihat karya Tuhan dalam hidupmu semakin nyata.”

Post Author: Admin Web STAPIN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *