Site Loader
Lingkungan pasir asih No. 802-821 Majalengka - Jawa Barat
Lingkungan pasir asih No. 802-821 Majalengka - Jawa Barat
“Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang” (Mazmur 23 : 2).
“Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku, Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang”. Sebuah syair lagu yang sangat dikenal dan disukai bagi banyak orang. Melalui syair lagu tersebut, setiap orang yang menyanyi dan mendengarkan lantunan lagu itu, pasti akan teringat akan besarnya Kasih Allah yang senantiasa membimbing kehidupan anak-anak-Nya. Layaknya seperti seorang gembala yang setia, menggembalakan dan mengawal para dombanya demikianlah pemazmur menggambarkan sempurnanya pemeliharaan Tuhan atas ciptaan-Nya. Gembala yang setia, yang tidak pernah meninggalkan dombanya tercerai-berai. Gembala yang setia, yang tahu kapan waktunya domba yang digembalakan itu memerlukan air untuk diminum, dan makanan untuk dimakan. Gembala yang setia, yang tahu kapan waktunya membawa kawanan dombanya pulang dan membawanya ke rumput yang hijau.
  Tuhan adalah Gembalaku, adalah gambaran yang dipakai pemazmur dalam mengungkapkan bagaimana kesaksian hidupnya kepada Allah. Peran gembala sudah tidak asing dalam kehidupan ketika itu. Sehingga sangat mudah untuk menggambarkan bimbingan dan pemeliharaan Tuhan yang sempurna lewat peran seorang gembala. Gembala yang baik dan setia tidak akan pernah meninggalkan kawanan dombanya. Sekalipun, pasti ada dari kawanan domba itu yang sulit atau melawan untuk digembalakan. Namun, penggembala domba akan tetap sabar dan setia menuntun semua kawanan dombanya ke tempat yang paling baik. Demikianlah kasih Allah Allah yang selalu setia membimbing kehidupan umat-Nya. Sekalipun, dalam perjalanan kehidupannya umat sangat sering membuat Allah kecewa karena lebih memilih jalan lain. Melalui Syair lagu pemazmur ini, umat diajarkan untuk tetap menjadi umat yang mau dituntun oleh Allah yang setia.
  Renungan hari ini mengajak kita untuk benar-benar merenungkan : “Benarkah Tuhan yang menjadi gembala dalam kehidupan kita”? Apakah kita sudah benar-benar menyerahkan kehidupan kita untuk dituntun dan digembalakan oleh Allah, Sang Gembala yang baik itu?atau, diri kita sendiri-lah yang menjadi penuntun dalam kehidupan kita…?GKPI adalah gereja yang memaknai kehadirannya di tengah-tengah dunia ini dengan meneladani Yesus, Sang Gembala yang baik. Penting juga kita renungkan, apakah kita sebagai warga GKPI telah benar-benar meneladani keteladanan Yesus, Gembala yang baik itu. Untuk itu, kita harus benar-benar mau dituntun dan dibimbing Allah. Kita harus mau menjadi umat Tuhan yang tetap percaya atas pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan kita. Karena hanya Dia-lah Tuhan, sang Gembala yang baik yang tidak akan pernah meninggalkan kita. Yesus Kristus-lah Tuhan dan Juruselamat, sang Gembala Agung bagi kita. (JLS).
DOA: Allah Bapa di surga. Kami sangat bersyukur karena kami memiliki Gembala yang baik seperti Engkau. Ajarilah kami ya Tuhan, tetap taat dan setia menjadi anak-anak-Mu. Amin.
Kata-kata Bijak:
“Yesus adalah Gembala yang Baik, yang tidak akan pernah meninggalkan kita dan selalu membimbing kita ke jalan yang benar”.

Post Author: Admin Web STAPIN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *