Menciptakan Kerukunan Umat Beragama dalam Masyarakat Majemuk melalui Pemaknaan Kasih Berdasarkan Matius 5:43-44

Yudi Hendri Lia, Reni Triposa, Gloria Gabriel Lumingas

Abstract


Harmony is a dream for every human being, to realize this requires a willingness to become a follower of Christ who has a commitment to be a peacemaker. Agape love which is the basis for loving others and even enemies can be explored in exploring the meaning of words in the biblical text. And as part of a multicultural society and all the issues of harmony therein, there are indicators for believers to emulate Jesus and do God's word in response to the world for harmony in a plural society.

Abstrak
Kerukunan menjadi impian bagi setiap manusia, untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kerelaan untuk menjadi pengikut Kristus yang memiliki komitment menjadi pembawa damai. Kasih Agape yang menjadi dasar mengasihi sesama bahkan musuh dapat ditelaah dalam penggalian makna kata dalam teks Alkitab. Dan sebagai bagian dari masyarakat multikultural dan segala persoalan kerukunan didalamnya terdapat indikator bagi orang percaya untuk meneladani Yesus dan melakukan firman Tuhan sebagai jawaban bagi dunia untuk kerukunan dalam masyarakat majemuk.

Full Text:

PDF

References


Arifianto, Yonatan. “Deskripsi Sejarah Konflik Horizontal Orang Yahudi Dan Samaria.” PASCA : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 2020. https://doi.org/10.46494/psc.v16i1.73.

———. “Deskripsi Sejarah Konflik Horizontal Orang Yahudi Dan Samaria.” PASCA : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 16, no. 1 (May 29, 2020): 33–39. https://doi.org/10.46494/psc.v16i1.73.

Arifinsyah. “Saidurrahman,( 2018.) Nalar Kerukunan Merawat Keberagaman Bangsa,” n.d.

Barclay, William. Pemahaman Alkitab Setiap Hari Surat Galatia Dan Surat Efesus. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.

Denny, J A. Menjadi Indonesia Tanpa Diskriminasi. Jakarta: Inspirasi.co, n.d.

GEA, IBELALA. “ALLAH MENJADI MANUSIA Sebuah Uraian Teologis.” KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi, 2018. https://doi.org/10.37196/kenosis.v2i2.37.

Halim, Makmur. Model-Model Penginjilan Yesus. Malang: Gandum Mas, n.d.

Henry Matthew Commentary, Tafsiran Online. “Henry Matthew Commentary, Tafsiran Online.,” n.d.

Khotimah, Khotimah. “Toleransi Beragama.” Jurnal Ushuluddin, 2013. https://doi.org/10.24014/JUSH.V20I2.928.

Mawardi. “Reaktualisasi Kerukunan Antar Umat Beragama Dalam Kemajemukan Sosial.” Substantia, 2015.

Munthe, A. Firman Hidup 45. Jakarta: Gunung Mulia, 2008.

Nasrullah, Adon. Agama Dan Konflik Sosial Studi Kerukunan Umat Beragama, Radikalisme Dan Konflik Antarumat Beragama. Bandung: CV.Pustaka Setia, 2015.

Orieti, Daeli Dorkas, and Sonny Eli. Zaluchu. “Analisis Fenomenologi Deskriptif Terhadap Panggilan Iman Kristen Untuk Kerukunan Antar Umat Beragama Di Indonesia.” JURNAL SUNDERMANN, 2019. https://doi.org/https://doi.org/10.36588/sundermann.vlil.27.

Ranoh, Ayub. Kepemimpinan Kharismatik. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.

Sairin, Weinata. “Kerukunan Umat Beragama Pilar Utama Kerukunan Berbangsa: Butir-Butir Pemikiran,” 2002.

———. Visi Gereja Memasuki Milenium Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002.

Siahaya, Johannis. “Kepemimpinan Kristen Dalam Pluralitas Indonesia.” Jurnal Teruna Bhakti 1, no. 1 (2018): 1–16. http://e-journal.stakterunabhakti.ac.id/index.php/teruna/issue/archive.

Siri, Hasnani, and Musyarif. “Caerul Mundzir, Kerukunan Umat Beragama Di Kabupaten,” 2019.

“Tafsiran Alkitab Wycliffe,Malang: Gandum Mas,” 2001.

Teologi, Jurnal, Yonatan Alex Arifianto, and Joseph Christ Santo. “Angelion” 1, no. 1 (2020): 1–14.

Wycliffe, Tafsiran Alkitab. No Title. Malang: Gandum Mas, n.d.

Yewangoe, A. A. Agama Dan Kerukunan. Jakarta: Gunung Mulia, 2002.

Zaluchu, Sonny Eli. “Strategi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 2020. https://doi.org/10.46445/ejti.v4i1.167.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.