Mengkritisi Ajaran Hyper Grace

Yunus Ompusunggu

Abstract


The concept of salvation in Christian theology is a crucial teaching. After the reformation of the church in the 16th century, the doctrine of "grace" has become a special concern for reform churches. But the development of teaching about grace is not always colored by healthy teaching. Hyper Grace is a concrete example of this deviation in the modern church. Teaching that places extreme emphasis on God's grace has a negative impact on Christianity today. The purpose of writing this article is to be able to understand and criticize the teaching holistically and objectively, so that it can present practical relevance regarding the concept of true grace according to the Bible's viewpoint so that it will benefit readers, educational institutions, and other Christian institutions. After analyzing and studying the understanding of Hyper Grace, the writer briefly discovers a number of things that actually distort and contradict the true understanding of grace. In the teachings of Hyper Grace there are practical implications of these teachings that eliminate human responsibility, to the impact on the decline of Christian moral values and ethics. With the understanding of biblical grace that can straighten the understanding of Hyper Grace, so that Christianity can have a correct understanding of the responsibility of God who has provided salvation (grace), on the other hand humans also have a response and responsibility for that grace.


Abstrak
Konsep keselamatan dalam teologi kristen merupakan suatu pengajaran yang krusial. Pasca reformasi gereja pada abad ke 16, mengenai ajaran “kasih karunia” telah menjadi perhatian khusus bagi gereja-gereja reformasi. Namun perkembangan pengajaran mengenai kasih karunia tersebut tidak selalu diwarnai dengan pengajaran yang sehat. Hyper grace merupakan salah satu contoh konkrit mengenai penyimpangan tersebut pada gereja modern. Pengajaran yang menekankan secara ekstrem pada kasih karunia Allah telah memberikan dampak negatif bagi kekristenan saat ini. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk dapat memahami dan mengkritisi pengajaran tersebut secara holistik dan objektif, sehingga dapat menyajikan relevansi praktis mengenai konsep kasih karunia yang benar menurut pandangan Alkitab sehingga bermanfaat bagi pembaca, lembaga pendidikan, dan lembaga kekristenan lainnya. Setelah menganalisa dan mempelajari pemahaman hyper grace, maka secara ringkas penulis mendapati beberapa hal yang justru menyimpang dan bertolak belakang dengan pemahaman kasih karunia yang benar. Dalam ajaran hyper grace terdapat implikasi-implikasi praktis dari pengajaran tersebut yang menghilangkan tanggung jawab manusia, hingga berdampak pada merosotnya nilai-nilai moral dan etika kristen. Dengan pemahaman kasih karunia yang Alkitabiah akan dapat meluruskan pemahaman Hyper Grace, sehingga kekristenan dapat memiliki pemahaman yang benar tentang tanggung jawab Tuhan yang telah memberikan keselamatan (kasih karunia), di sisi lain manusia pun mempunyai respon dan tanggung jawab terhadap kasih karunia tersebut.

Full Text:

PDF

References


Brown, Michael L. Hyper Grace. Jakarta: Nafiri Gabriel, 2015.

Brown, Michael L. The Grace Controversy. Jakarta: Nafiri Gabriel, 2016.

Berkhof, Louis. Teologi Sistematika Empat. Jakarta: LRII, 1997.

Barclay, William. Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Surat-Surat Yohanes Dan Surat Yudas. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.

Barth, Karl. Teolog Kemerdekaan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003.

Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Gramedi Putaka Utama, 2008.

Ellis, Paul. Hyper Grace Gospel. Bandung: Light Publishing, 2015.

Ellis, Paul. The Gospel In Ten Words. Bandung: Light Publishing, 2015.

FletCher, Verne H. Lihatlah Sang Manusia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007.

Flon, Nancy De, dkk. The Da Vinci Code Dan Tradisi Gereja. Yogyakarta: Kanisius, 2007.

Guthrie Donald. Teologi Perjanjian Baru II. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003.

http://www.gbibumianggrek.com/2015/08/01/bahaya-hyper-grace, (Diakses, 25 Februari 2018).

file:///C:/Users/Acer_/Downloads/96-484-1-PB.pdf (Diakses, 25 Februari 2018).

http://www.gbi-bethel.org/hati-hati-dengan-penyesatan-dengan-kedok-hyper-grace/ (Diakses, 25 Maret 2018).

http://www.freson.xyz/2015/07/8-ciri-penyesatan-pada-gereja-hypergrace.html (Diakses, 28 Maret 2018).

httpsberjagajaga.wordpress.com/2015/07/06/tuaian-dan-penyesatan/, (Diakses 28 Maret 2018).

http://andygointernational.org/article/160034/tuaian-dan-penyesatan.html (Diakses, 30 Maret 2018).

http://www.beritabethel.com/artikel/detail/428 (Diakses, 3 April 2018).

Indriani, Wiwik. Arti Keselamatan. Yogyakarta.

Kombium Media. Bertumbuh Dalam Kristus: Pemuridan Melalui Waktu Teduh. Yogyakarta: Yayasan Gloria, 2012.

Lohse, Bernhard. Pengantar Sejarah Dogma Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2001.

Leo, Eddy. Walking In The Covenant Of Grace. Jakarta: Metanoia, 2016.

Marantika. Doktrin Keselamatan Dan Kehidupan Rohani. Iman Press.

McGrath, Alister E. Sejarah Pemikiran Reformasi. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1997.

Park, Yenu Sun. Tafsiran Kitab Kejadian. Jawa Timur: Departemen Literatur YPPII, 2002.

Prince, Joseph. Unmerited Favor. Jakarta: Immanuel, 2014.

Prince, Joseph. Detined To Reign. Jakarta: Immanuel, 2010.

Prince, Joseph. Grace Revolution. Jakarta: Immanuel, 2017.

Riderbos, Herman. Paulus: Pemikiran Utama Teologinya. Yogyakarta: Kanisius, 1982.

Ramadhani, Deshi. Menguak Injil-Injil Rahasia. Yogyakarta: Kanisius, 2007.

Sabdona, Erastus. Mengalami Tuhan. Jakarta: Rehobot Literatur, 2015.

Simanjuntak, Fredy. “Kajian Teologis Terhadap Ajaran Hyper-Grace Joseph Prince.” DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika 2, no. 1 (2019): 1–11.

Sopater, Sularso. Kontekstualisasi Pemikiran Dogmatika Di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.

Salvation. Marcmillan Dictionary Of The Bible. London: Collins, 2002.

Sugirtharajah, R. S. Wajah Yesus Di Asia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007.

Santoso, Eko Jalu. Life Balance Ways. Jakarta: Gramedia, 2010.

White, Ben. Mengecap Kebangunan Rohani. Jakarta: Nafiri Gabriel, 2001.

Wellem, F. D. Riwayat Hidup Singkat Tokoh-Tokoh Dalam Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003.

White, Paul. Pewahyuan Yang Mengubahkan. Jakarta: Light Publishing, 2016.

Wommack, Andrew. Hidup Seimbang Di Dalam Kasih Karunia Dan Iman. Bandung: Light Publishing, 2010.

Wommack, Andrew. Kasih Karunia Adalah Kekuatan Injil. Bandung: Light Publishing, 2009.

Wongso, Peter. Soteriologi (Doktrin Keselamatan). Malang: Departemen Literatur Saat, 2000.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.