Intensi Mazmur kutukan: Analisis sintaksis dan semantik dalam Mazmur 58

  • Ririn Valentine STT Soteria Purwokerto
  • Yaaro Harefa Sekolah Tinggi Teologi Soteria Purwokerto

Abstract

Mazmur 58 menggambarkan ketidaktaatan penguasa lalim dan kebutuhan manusia akan keadilan dan kebenaran. Mazmur kutukan adalah doa penghakiman untuk menghukum musuh. Ditemukan dalam Mazmur 58:7 teks “Ya Allah, hancurkanlah gigi mereka dalam mulutnya, patahkanlah gigi geligi singa-singa muda, ya TUHAN.” Frasa ini menunjukkan kalimat kutuk. Mazmur 58 ditulis oleh Daud dikarenakan ketidakadilan penguasa lalim. Kalimat yang bernuansa kutukan ini menimbulkan perdebatan ajaran kasih, etika moral dalam Perjanjian Baru. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis makna Mazmur 58 dalam konteks kehidupan manusia dan hubungannya dengan konsep keadilan, kebenaran, dan ketaatan kepada Allah.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegesis yang disintesis dengan metode literatur. Analisis dilakukan terhadap teks Mazmur 58 dari sudut pandang teologi dan literatur, dengan memperhatikan konteks sejarah dan budaya pada saat itu. Data yang digunakan adalah teks Mazmur 58 beserta interpretasi dari berbagai sumber teologis dan literatur. Hasil Penelitian Mazmur 58 menyoroti ketidaktaatan penguasa lalim dan pentingnya ketaatan manusia kepada Allah. Daud sebagai pemazmur menyerukan kebenaran dan keadilan dalam menghadapi ketidakadilan penguasa. Mazmur 58 menekankan pentingnya ketaatan manusia kepada Allah dan penegakan keadilan dalam menghadapi ketidakadilan penguasa.

References

Barnes, Albert. “The Imprecatory Psalms In Defense of the Imprecatory Psalms,” no. Part 2 (n.d.): 137–140.

David I. Macht. “A Pharmacological Note on Psalm 58.” Journal of the American Oriental Society, 1922, Vol. 42 (1922), pp. 280-285 42 (1922): 280–285.

Goodson, Jacob L. “The Psalms of Vengeance : Dietrich Bonhoeffer ’ s Theological Interpretation of the Psalms,” no. 1 (2013): 1–17.

Lensch, Christopher K. “Prayers of Praise and of Imprecation in the Psalms.” Western Reformed Seminary Journal 7, no. 2 (2000): 17–21.

Nehrbass, Daniel Michael. Praying Curses. Eugene, Oregon: PICKWICK, 2013.

Pareira, Berthold Anton. “Terjadinya Kitab Mazmur.” Studia Philosophica et Theologica 11, no. 2 (2011): 161–170. http://ejournal.stftws.ac.id/index.php/spet/article/view/68.

Quentin F. Wesselschmidt. “Ancient Christian Comentary On Scripture: Psalms 51-150” (2013): 1059.

Rapids, Grand, Tim Perrine, and The Bible. “Commentary on Genesis - Volume 2 Author ( S ):” (n.d.).

Ririn Valentina Halawa dan Yaaro Harefa. “Tujuan Mazmur Kutukan (Mazmur 83): Sebuah Upaya Memahami Mazmur Kutukan.” KHARISMA: Jurnal Ilmiah Teologi Ilmiah Teologi Ilmiah Teologi 3, no. 2 (2022): 64–75.

Simango, Daniel. “An Overview of the Study of Imprecatory Psalms: Reformed and Evangelical Approaches to the Interpretation of Imprecatory Psalms.” Old Testament Essays 2 (2016): 581–600.

William H. Bellinger, Jr. Psalms: New Cambridge Bible Commentary. America: Cambridge University Press, 2014.

Yaaro Harefa. “Tinjauan Teologis Terhadap Mazmur Kutukan” 0642 (2023): 77–88.

Yasuo Thunderstorm Huang. “Bersukacita Karena Penghakiman Allah.” Indonesia Journal of Theology 1, no. July (2018): 1–24.

“Commentary on Psalms 58 by Matthew Henry.” Accessed November 12, 2023. https://www.blueletterbible.org/Comm/mhc/Psa/Psa_058.cfm?a=536009.

“Daniel Nehrbass - Praying Curses The Therapeutic and Preaching Value of the Imprecatory Psalms-Pickwick Publishtions (2013),” n.d.

Published
2024-01-31
How to Cite
Valentine, R., & Harefa, Y. (2024). Intensi Mazmur kutukan: Analisis sintaksis dan semantik dalam Mazmur 58. PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan, 14(2), 158-176. https://doi.org/10.56438/pneuma.v14i2.108
Section
Articles